Bupati Bogor Mapay Lembur, Resmikan Kantor Kecamatan Nanggung

by -43 views

Publikbogor.com – Bupati Bogor, Ade Yasin meresmikan Kantor Pemerintah Kecamatan Nanggung.

 

Tidak hanya meresmikan Kantor Kecamatan Nanggung, Orang Nomor satu di Kabupaten Bogor memimpin rapat minggon dalam rangkaian kegiatan Mapay Lembur di Kantor Kecamatan Nanggung, pada, Selasa (27/10).

 

“Pembangunan Kantor Kecamatan Nanggung ini dimulai bulan Agustus 2019 dan telah rampung pada bulan Desember tahun 2019. Namun karena kita awal tahun langsung tertimpa bencana banjir dan tanah longsor kemudian disusul pandemi Covid-19, jadi baru hari ini kita lakukan peresmian,” ujar Ade Yasin usai meresmikan Kantor Baru Kecamatan nanggung.

 

Dengan kondisi kantor baru seperti ini semakin mendukung kelancaran tugas aparatur Pemerintah Kecamatan Nanggung.

 

“Atas nama Pemkab Bogor saya ucapkan selamat atas terbangunnya Kantor Kecamatan Nanggung yang baru ini. Semoga kantor baru ini semakin mendukung kelancaran tugas aparatur Pemerintah Kecamatan Nanggung baik dalam tertib administrasi pemerintahan maupun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Suasana kantor yang nyaman seperti sekarang ini sudah semestinya mendorong peningkatan kinerja pegawai,” katanya.

 

Ade Yasin juga mengingatkan agar tetap waspada karena wilayah Kecamatan Nanggung rawan bencana.

 

“Karakteristik wilayah Kecamatan Nanggung yang rawan bencana menuntut kinerja aparatur kecamatan yang antisipatif, responsif dan sigap sehingga diperlukan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai untuk melayani masyarakat. Untuk itu sekali lagi kita syukuri keberadaan kantor baru ini, kita sama-sama bekerja keras sepenuh hati demi terwujudnya visi Kabupaten Bogor termaju, nyaman dan berkeadaban,”katanya.

 

Dalam rangkaian kegiatan Mapay Lembur di Kantor Kecamatan Nanggung, Hadir dalam rapat tersebut seluruh Kepala Desa di Kecamatan Nanggung beserta Muspika.

 

Mapay Lembur atau susur kampung merupakan program Bupati Bogor Ade Yasin untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

 

Nampak mendampingi Ade Yasin Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bogor Ade Jaya Munadi.

 

Dalam paparannya Ade Yasin mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bogor mempunyai program Satu Miliar Satu Desa (Sami Sade) untuk perbaikan infrastruktur desa.

 

“Alokasi anggaran untuk desa diperbesar dengan program Satu Miliar Satu Desa. Program dimaksudkan untuk percepatan pembangunan agar desa tertinggal menjadi desa berkembang, desa berkembang menjadi desa maju dan desa maju menjadi desa mandiri,” kata Ade Yasin.

 

Ade Yasin yang juga Ketua DPW PPP Jawa Barat mengemukakan, program Sami Sade akan dilaksanakan setiap tahun.

 

Sebagai informasi saat ini Pemkab Bogor sedang menyiapkan payung hukum program Sami Sade tersebut.

 

Dalam Mapay Lembur kali ini, Ade Yasin juga akan melakukan dialog dengan para petani di Kecamatan Nanggung, penandatanganan MoU antara Pemkab Bogor dengan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), serta melakukan panen raya Jahe Karamat Banteng

 

Bupati Bogor Ade Yasin menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama kemitraan konservasi antara Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dengan Kelompok Tani Hutan Konservasi (KTHK) Malasari Lestari.

 

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Balai TNGHS Ahmad Munawir dan Ketua KTHK Malasari Lestari Endang Sukendar di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung,

 

Turut menyaksikan penandatanganan kerja sama tersebut Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Eksosistem (KSDAE) Wiratno.

 

Salah satu isi perjanjian, Balai TNHGS memberi KTHK Malasari Lestari akses ruang pada zona rehabilitasi seluas 40,59 hektar yang disepakati menjadi areal kerja sama dengan jangka waktu 10 tahun untuk kegiatan pemulihan ekosistem serta terdapat aktivitas pemberdayaan masyarakat berupa peningkatan kapasitas dan pengembangan ekonomi produktif.

 

Ade Yasin menambahkan ini merupakan bentuk kerjasama yang langsung diimplementasikan oleh para kelompok petani.

 

“Mereka diberikan lahan seluas 40,59 hektar oleh Kepala Balai TNGHS yang bisa dimanfaatkan oleh para petani. Mereka bisa menanam jahe merah, laja dan ke depan bisa ditanam kapulaga. Menanam jahe merah dan laja memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan untung bisa 70 persen dari modal,” kata Ade Yasin.

 

Inti dari kerjasama ini tidak merusak hutan tetap terjaganya hutan dari erosi dan longsor. “Di tengah pandemi, menanam jahe merah selain membuat badan sehat bisa mendapatkan nilai ekonomi yang tinggi. Nantinya juga kita bisa mengembangkan kerjasama di wilayah lain,” tukasnya.

 

(Komeng)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *