Bea Cukai Bogor Musnahkan Rp500 Juta

  • Bagikan

Publikbogor.com – Bea Cukai Bogor, musnahkan barang milik negara (BMN) hasil dari penindakan di bidang kepabeanan dan cukai, di halaman Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Bogor.

Cukai yang berhasil disita itu senilai Rp500 juta hasil penindakan 2017 sampai 2020.

Plt. Kepala Kantor Bea Cukai Bogor, Edwan Isrin mengatakan, pemusnahan atas barang hasil penindakan kali ini dilakukan secara serentak disemua kantor Bea Cukai yang ada di Jawa Barat.

“Penindakan kali ini hasil dari penindakan tahun 2017 sampai 2020, dilakukan serentak disemua kantor Bea Cukai yang ada di Jawa Barat,” katanya kepada wartawan saat pemusnahan di halaman KPPBC Bogor.

Menurutnya, penegak hukum dan instansi terkait dalam menekan peredaran barang kena Cukai ilegal di Jawa Barat ini, sekaligus dalam rangka menjalankan amanah Undang-undang dalam tata kelola dana bagi hasil, khususnya yang berasal dari Cukai hasil tembakau.

“Dengan menurunnya peredaran rokok ilegal, maka akan meningkatkan penerimaan cukai. Sehingga akan berdampak pada kenaikan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) yang diterima oleh daerah,” jelasnya.

Pada pemusnahan yang dilakukan Bea Cukai Bogor kali ini mulai dari rokok tembakau dan sigaret mesin, tembakau iris, serta rokok elektrik.

“Nilai dari cukai yang di sita senilai Rp500 juta, terdiri dari rokok tembakau dan sigaret mesin sebanyak 500 ribu batang, tembakau iris sebanyak 530 kilogram, serta rokok elektrik sebanyak 341 ribu mili liter, atau 5.537 botol,” ungkapnya.

Ia memaparkan, dengan dengan pemusnahan kali ini diharapkan alokasi DBH CHT bisa mendukung program jaminan kesehatan nasiolan dan menanggulangi dampak negatif rokok.

“Tentunya ini bisa memperbaiki dampak Cukai Hasil Tembakau dan dampak kebijakan nasional. Sasarannya yakni para petani tembakau atau tenaga kerja pabrik rokok, yang sudah disinkronisasi dengan kegiatan yang didanai dari APBD,” paparnya.

Ia menambahkan, barang-barang tersebut sudah dipersetunji Menteri Keuangan untuk dimusnahkan.

“Pemusnahan ini dilakukan serentak di tujuh titik yang berbeda yaitu Bandung, Bekasi, Purwakarta,
Cikarang, Bogor, Cirebon, dan Tasikmalaya,” tukasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *