Bupati Bogor Minta Perhutani Lebih Tegas Prihal Vila Tak Berizin

by -16 views

Publikbogor.com – Bupati Bogor Ade Yasin sangat menyangkan lemahnya pengawasan banggunan liar dan vila tak berizin menyebabkan wilayah Kecamatan Pamijahan rawan kekeringan air.

 

Padahal, ketika dirinya menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor, tidak sedikit vila liar termasuk banggunan yang tak berizin di dorong untuk di tertibkan Satpol PP Kabupaten Bogor.

 

“Dulu waktu saya jadi anggota Dewan, Vila yang tak berizin di tindak. Malahan, ada Vila milik pejabat juga ikut dibongkar,” ujar Ade Yasin saat mengelar Mampay Lembur di Kecamatan Pamijahan.

 

Dirinya sangat menyangkan, masih ada laporan akan banyaknya Vila liar di wilayah Kecamatan Pamijahan.

 

Dampak dari banyak bangunan liar, berimbas resapan air banyak yang mengering. Padahal, Kecamatan Pamijahan merupakan wilayah resapan air.

 

“Harus kita galakan kembali pengawasan bangunan liar dan vila yang tak berizin. Apalagi wilayah Pamijahan merupakan wilayah resapan air,” tegasnya.

 

Saat berdialog dengan masyarakat Pamijahan, sambung Ade Yasin. Ia juga

mendengarkan langsung keluhan warga terkait kesulitan air. Karena kondisi saat ini masih pandemi Covid 19, sehingga pemerintah masih konsen pelaksanaan penanganan Covid 19. Setelah beres Covid 19, Nobat bakal kembali di gencarkan lagi.

 

“Perlu ada ketegasan dari pihak Perhutani akan banyaknya vila liar di wilayah GSE. Ketika sudah ada laporan dari Perhutani, nanti kita dorong dari segi penindakannya,” katanya.

 

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor men­datangi tempat wisata di kawasan Gunung Salak Endah (GSE), Kecamatan Pamijahan. Inspeksi mendadak (sidak) kali ini sebagai tindak lanjut mengenai banyaknya vila yang mengemplang pajak. Total dari 344 vila di Kecamatan Pamijahan, hanya sebelas vila yang membayar pajak.

 

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *