Karyawan Kena PHK Sepihak, Gara-Gara Rp90 Ribu

by -10 views

Publikbogor.com – Miris, mungkin kata itu tepat disematkan kepada dua karyawan di salah satu perusahaan air di kawasan Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/11/2020).

Dua karyawan di salah satu perusahaan air minum itu bernama Anton yang sudah bekerja selama lima tahun dan Jajang 10 tahun lebih.

Mereka mendapatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan secara sepihak dari pihak manajemen perusahaan air minum di Kabupaten Bogor.

Ketua Danone Indonesia Union Consil, Ahmad Mugunani mengatakan, PHK sepihak ini tidak bisa diterima karena dilakukan di tengah pandemi Covid-19. Apalagi, PHK tersebut belum bisa dibuktikan pihak perusahaan salah satu air minum itu.

Ia menilai, PHK kepada dua karyawan di salah satu perusahaan air minum itu hanya sepele.

“Mereka beralasan lalai dalam pengiriman ke pasar di salah satu minimarket. dimana minimarket itu pesan 10 dikirim 10. Setelah itu, galon kosongnya dinaikan 10 dan galon isinya delapan yang diturunkan katanya kurang dua, itu alasan dari pihak perusahaan,” katanya kepada wartawan saat melakukan aksi unjuk rasa di salah satu perusahaan air minum tersebut.

Kemudian pihaknya melakukan penelusuran ke manajemen perusahaan. Tapi pihak manajemen tidak bisa menunjukkan bukti tersebut, yang menyatakan dua karyawannya itu melakukan kesalahan.

“Ini masalah sepele gini ya. Harga galon itu kan Rp30 ribu dan isinya Rp15 ribu. Kalau ditotal ada dua itu Rp90 ribu, ini kesalahan sepele, apalagi pihak manajemen tidak bisa menunjukkan buktinya. Ini tentunya merupakan PHK sepihak,” imbuhnya.

Sementara itu, dari pihak manajemen salah satu perusahaan air minumĀ  menanggapi kaitan yang dilakukan pihak perusahaannya yang melakukan PHK kepada karyawannya.

Human Resource Departement (HRD) salah satu perusahaan air minum, Hendrik Suwardi mengatakan, proses PHK sebenarnya sudah dilakukan sesuai tahapan, dan sudah melalui proses yang cukup panjang.

“Sudah ada peringatan sebelumnya yang sudah dilakukan. Sudah dilakukan surat peringatan, aturan sudah sesuai semuanya ada UU (undang-undang), ada aturan perusahaan kita yang kita tempuh,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *