Pembangunan Rumah Sakit di Perumahan Cibinong Buat Warga Resah

by -8 views

Publikbogor.com – Rencana pembangunan Rumah Sakit Islam Aysha di dekat Perumahan Acropolis Karadenan Cibinong Kabupaten Bogor membuat warga resah. Mereka pun akhirnya meminta bantuan kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Konsumen Jakarta.

 

Warga memberi kuasa kepada LBH Konsumen untukmengurus soal penolakan warga RW 18 Perumahan Acropolis, Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor terkait Penolakan Pembangunan RSI Aysha yang berbatasan langsung dengan Warga

RW 18 Perumahan Acropolis, Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor.

 

Zentoni selaku Direktur Eksekutif LBH Konsumen Jakarta menjelaskan pihaknya telah kedatangan warga dan memberi kuasa khusus tertanggal 8 November 2020.

 

Dijelaskan Zentoni, polemik Pembangunan RSI Aysha bermula dari dugaan ketidaktransparanan pihak Yayasan Ar Rohman yang bergerak di bidang pendidikan dalam

sosialisasi yang hanya dilakukan segelintir orang yang ada di dalam kepengurusan Rukun Warga (RW).

 

“Rangkain penolakan memuncak ketika pihak RSI Aysha bersikukuh menggelar seremoni peletakan batu pertama pada 6 November 2020 yang secara simbolis diletakkan oleh Ketua MUI Kabupaten Bogor,” kata Zentoni sebagimana dalam rilis yang diterima wartawan, Jumat 13 November 2020.

 

Padahal dua hari sebelumnya, Rabu 4 November 2020, Camat Cibinong Bambang Tawekal dan Kapolsek Cibinong AKP Kadek Vemil tegas mengimbau pihak rumah sakit untuk mempertimbangkan tidak melakukan acara tersebut karena adanya polemik di masyarakat (bukti terdokumentasi).

 

Pernyataan tersebut disampaikan Muspika dalam audiensi yang digelar di Kantor Kecamatan Cibinong, Jl. Kayu Manis No.105, Cirimekar.

Adapun warga RW 18 Perumahan Acropolis, Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor yang berbatasan langsung dengan Pembangunan RS Aysha ini merasa tidak pernah dilibatkan dan diminta persetujuan atas Pembangunan RS AYSHA tersebut.

Persetujuan yang menjadi dasar perizinan merupakan klaim sepihak yang diwakilkan beberapa oknum pengurus RW, sementara beberapa RT jelas belum memberikan sosialisasi dan menyepakati pembangunan rumah sakit tersebut.

 

Lebih lanjut Zentoni menjelaskan apabila Pembangunan RSI Aysha ini tetap dipaksakan maka dikhawatirkan akan menimbulkan dampak negatif bagi warga RW 18 Perumahan Acropolis diantaranya:

 

Pergeseran tanah selama berlangsungnya pembangunan RSI Aysha

 

Adanya getaran selama berlangsungnya pembangunan RSI Aysha

 

Adanya pencemaran air dan udara selama berlangsungnya pembangunan RSI Aysha

Adanya kebisingan suara selama berlangsungnya pembangunan RSI Aysha

 

Adanya potensi kecelakaan kerja selama berlangsungnya pembangunan RSI Aysha

 

Adanya gangguan lalu lintas selama berlangsungnya pembangunan RSI Aysha

 

Adanya gangguan Kamtibmas selama berlangsungnya pembangunan RSI Aysha

 

Sekedar gambaran, selain berbatasan langsung dengan rumah warga RW 18, lokasi RSI Aysha juga bersebelahan dengan dua sekolah, SIT Al Madinah yang berdempetan langsung serta SIT Anugerah Insani yang ada di seberang lokasi pembangunan.

 

Sumber : Deskjabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *