Bunuh Tetangga, Bapak dan Anak di Gunungsindur Terancam Hukuman Seumur Hidup

  • Bagikan

Publikbogor.com – Masih ingat dengan mayat bersimbah darah bernama Irsad, ditemukan di Kampung Kreo RT02/05, Desa Cibadug, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu (2/12) lalu.

Kini pelakunya diringkus anggota dari Polsek Gunung Sindur. Setelah beberapa hari melarikan diri usai melakukan pembunuhan secara keji kepada tetangganya tersebut.

Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy mengatakan, anggota Polsek Gunung Sindur berhasil meringkus pelaku pembacokan yang sempat hebohkan warga Gunung Sindur pada awal bulan Desember 2020.

“Dimana informasinya pelaku melakukan pembacokan kepada korban. Awal penyebabnya karena cekcok mulut, sehingga pelaku ini membacok korban dengan menggunakan sebilah pedang,” katanya kepada wartawan di Mapolres Bogor.

Menurutnya, pelaku yang diamankan pada aksi pembacokan tersebut ada dua orang berinisial A (48) dan F (26). Yang memang masih merupakan tetangga korban.

Motifnya sendiri kata AKBP Roland Ronaldy yang sebentar lagi akan beralih tugas dari Polres Bogor itu, aksi pembacokan yang dilakukan pelaku terhadap korban disebabkan perselisihan yang sudah terjadi sejak lama.

Ke dua pelaku ini merupakan bapak dan anak, yang memang sudah menyimpan dendam pribadi sejak lama kepada korban.

“Ini perselisihan keluarga, awalnya dengan istri pelaku. Pelaku ini juga mempengaruhi, pelaku ini datang dan tidak terima membawa sebilah pedang, terus melakukan pembacokan satu kali di bagian leher. Terus datang pelaku yang kedua anaknya, yang melakukan penusukan lagi pakai golok. Ini bapak dan anak. Ini pernah ada selisih sudah lama,” jelasnya.

Ia memaparkan, kedua pelaku yang kabur itu diringkus anggota Polsek Gunung Sindur diwilayah Sukabumi, Jawa Barat. Tak hanya itu, pihaknya juga turut mengamankan alat bukti berupa pedang, pakaian, dan motor.

“Awal pertama kali dibacok belum meninggal, tapi sudah berdarah. Tapi pelaku kedua yakni anaknya ini nusuk korban lagi dan membuat korban meninggal di TKP (Tempat Kejadian Perkara),” tukasnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku ini dikenakan Pasal 340 KUHP tentang aksi pembunuhan berencana yang disengaja. Kemudian Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan yang diterapkan penyidik, dengan ancamannya 20 tahun penjara dan hukuman mati.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *