, ,

Camilan Tradisional Jadi Inspirasi Peluang Usaha

by -

Publikbogor.com – Camilan tradisional ternyata memberi ilham bagi pelaku usaha yang berpikir kreatif dan jeli melihat peluang dengan meningkatkan strategi penjualan salah satunya mengemas dengan kemasan modern.

Pengusaha industri kecil menengah (IKM) Agung (25) warga Kampung Sinarjaya, Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor yang memproduksi cemilan khas mie lidi atau Lidi-lidian yang diberi nama Mie Lidi Ambyar yang dikemas dengan kemasan yang menarik.

Agung menyampaikan, bahwa ia memulai usahanya itu sejak Oktober 2020 dengan modal awal hanya Rp 700.000,- yang terinsfirasi saat ia masih kecil yang menjadikan alasan dirinya terjun dalam usaha tersebut.

“Modal awal saat itu 700 ribu untuk beli bahan-bahan serta pelastik kemasan dan hanya cukup untuk 15 kilo mie lidi jadi yang siap kemas bang, saya kemas dengan istri sampai larut malam serasa lelah itu tidak ada karena antusias kami membangun snack mie lidi ini,” ungkapknya kepada wartawan media ini,Selasa,(29/12/2020).

Agung menjelaskan, dari hasil yang 15 kilo mie lidi yang siap kemas tersebut ia olah menjadi 30 pack dengan berbagai varian rasa seperti balado, pedas, original dan keju.

“Pertama saya lakukan pemasaran melalui status whatsapp sambil di pasarkan ke warung-warung tetangga kampung kami, sekarang Alhamdulilah sudah sampai keluar kota di antaranya Cibatok, Cigudeg, Kemang, Cileungsi, Depok, Bandung, Surabaya dan beberapa tempat lain nya,” bebernya.

Agung berharap, IKM nya tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bogor terlebih dimasa pandemi Covid-19 ini dirinya mampu membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, hingga kini ia memperkerjakan 18 orang warga sekitar.

“Ya semoga saja pemerintah setempat mau memberikan dukungan kepada kami para pelaku IKM, satu hal pesan saya, jangan menyerah dengan keadaan ataupun takut dengan resiko yang akan terjadi, yakin dan percaya kepada diri bahwa kapasitas dan kemampuan anda bisa membuat perubahan, hidup tak perlu ingin di puja tapi harus berguna, khususnya anak muda harus berani keluar dari zona nyaman dan berpikir kreatif,” ujarnya.

 

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *