di Cibeber 2, Pengolah Kolang Kaling Butuh Uluran Tangan Pemerintah

by -

Publikbogor.com – Kolang kaling sudah sangat familiar bagi masyarakat Indonesia, namun tidak sedikit pula yang belum mengetahui cara pengolahan buah aren tersebut.

 

Kolang kaling sering dijadikan bahan campuran seperti kolak, es campur, manisan dan makanan tradisonal lainnya. Biasanya permintaan buah aren tersebut tinggi selama bulan Ramadhan.

 

Salahsatu pengolah kolang kaling di Kampung Pasirhonje Rt 03 Rw 04, Desa Cibeber 2, Kecamatan leuwiliang, Kabupaten Bogor, mengolah dengan alat seadanya.

 

“Butuh ketekunan yang tingi karena saya mengolah kolang kaling masih manual,” kata Ade Sutisna (27), salah satu petani kolang kaling kepada wartawan media ini, Rabu (09/12/2020).

 

Ade menambahkan, setelah berhasil dipetik dari pohonnya, buah aren lalu dimasukan ke dalam drum atau alat lainnya untuk direbus selama 2 sampai 3 jam, setelah itu didinginkan terlebih dahulu sebelum nantinya masuk proses berikutnya.

 

Cara mengeluarkan kolang kaling di dalam kulitnya pun cukup simpel, buah kolang kaling yang telah direbus tadi kemudian dibelah menggunakan pisau.

 

“Biasanya saya menghasilkan kolang kaling tidak kurang dari 30 Kg per hari,” ujar Ade.

 

Lanjut Ade, setelah terkumpul kemudian kolang kaling direndam di dalam air selama satu hingga dua hari untuk menghasilkan kolang kaling lebih sempurna.

 

“Kolang kaling saya jual Rp 6000 per Kg kepada pengepul,” ujar Ade.

 

Ade menyatakan, bahwa permintaan pasar kolang kaling selama hari biasa, tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan bulan Ramadhan.

 

“Kalau hari biasa, biasanya seminggu sekali baru dijual, karena permintaan pasar tidak seperti bulan puasa,” ujar Ade.

 

Ade berharap, ditengah pandemi covid 19 Pemerintah Kabupaten Bogor dapat membantu usahannya tersebut.

 

“Bantuan UMKM tidak dapat pak karena saya juga tidak tau adanya bantuan itu karena memang tidak ada sosialisasi juga,” harapnya.

(“)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *