Nelayan Ciptakan Aplikasi Pencari Ikan

by -

Publikbogor.com – jro Mangku Made Tina (47) nampak mengutak-atik ponsel pintar yang dikalungkan di lehernya, Minggu (20/12/2020) sore.

 

Saat itu ia sedang memeriksa prakiraan cuaca di perairan selatan Bali yang menjadi tempatnya mengais rezeki. Ponsel pintar yang dibungkus pelindung air itu memberinya informasi akan ada gelombang tinggi dan cuaca diperkirakan buruk.

 

Nelayan tradisional di Pantai Kelan, Badung, Bali, ini pun mengurungkan niatnya melaut. Memang, saat itu angin bertiup cukup kencang meski langit nampak cerah.

 

Made Tina menyebutkan, cuaca pada Desember memang kerap tak menentu. Selainmelihat tanda alam, nelayan asal Desa Kelan ini mengaku sudah menggunakan teknologi untuk memantau cuaca.

 

Ia memperlihatkan ponselnya dan menunjukkan sebuah aplikasi bernama Fish Go yang sudah diunduhnya sejak pertengahan 2019.

 

Aplikasi ini membantunya melihat cuaca terbaru dan prediksi lokasi ikan berada. Kondisi cuaca untuk keselamatan sedangkan prediksi lokasi ikan untuk meningkatkan jumlah tangkapan dan menekan biaya bahan bakar.

 

Ia pun menceritakan awal mula berkenalan dengan Fish Go, aplikasi yang dikembangkan oleh pemuda kelahiran Buleleng, Bali, bernama Gede Merta Yoga Pratama (24).

 

Sekitar awal Juli 2019, sejumlah pemuda mendatanginya ketika sibuk menyiapkan jala di jukungnya. Para pemuda itu menawarinya untuk pergi ke satu titik lokasi di perairan Pantai Kelan.

 

Ia tak langsung percaya dan sempat ragua. Namun, ia terus diyakinkan dan akhirnya setuju ke lokasi yang disebutkan.

 

Padahal saat itu ia berencana menuju ke arah selatan. Sedangkan, titik yang ditunjukkan para pemuda itu berada di barat daya perairan dekat Pura Uluwatu.

 

“Ya bagimana namanya belum pernah mencoba ya ragu. Rencana mau ke selatan bukit ternyata di barat daya Uluwatu atau 10 mil dari sini (Pantai Kelan),” kata Made Tina kepada Kompas.com di Pantai Kelan, Badung, Bali, Minggu (20/12/2020) lalu.

 

Bersama satu temannya, Made Tina menuju ke lokasi yang ditunjukan para pemuda itu. Mereka tiba sekitar pukul 22.00 WITA.

 

Keduanya lantas menebar jala dan mengaku terkejut karena jaring yang diangkat selalu penuh ikan. Hampir 100 kilogram ikan tongkol ia tangkap.

 

“Saya narik jaring jam 10 malam, udah banyak dapat itu hampir penuh jukung,” kata dia.

 

Sebelum menggunakan aplikasi ini, Made Tina mencari ikan dengan mengandalkan insting dan tanda-tanda alam.

 

“Pokoknya meraba dan menebar jala,” kata dia.

 

Hal yang sama disampaikan Ketua Kelompok Nelayan Samanjaya Kedonganan, Nyoman Sudiarta. Ia mengakui Fish Go bisa meningkatkan hasil tangkapan nelayan, berdasarkan pengalamannya mencari ikan di kawasan perairan Badung Selatan.

 

“Sebelum menggunakan aplikasi Fish Go hasil tangkapan kami tidak menentu, kadang-kadang dapat ikan, kadang-kadang tidak dapat,” katanya ditemui di Pantai Kelan.

 

(Kps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *