,

Pemuda Leuwisadeng Bersihkan Sampah di Gorong-Gorong

by -

Publikbogor.com – Sejumlah Pemuda dari Pondok pesantren (Ponpes) Yayasan Miftahunnur berinisiatif bersihkan saluran air Cimaya yang melintas di bawah jalan raya Leuwisadeng KM. 20, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

 

Salahsatu santri Fazar (17) dari Ponpes Yayasan Miftahunnur menyampaikan, bahwa ia dan beberapa rekannya berinisiatif melakukan bersih-bersih sampah yang berada di bawah jalan raya tersebut.

 

“Saya bersama teman-teman berinisiatif pak, karena banyak sampah yang dibuang ke kali ini pak, kalau tidak dibersihkan ini dibawah nya mampet,” ungkapnya kepada wartawan media ini pada, senin (07/12/2020).

 

Ditempat yang sama santri Ponpes Yayasan Miftahunnur Irfan Maulana (17) menuturkan, bahwa kegiatan tersebut rutin dilakukan.

 

“Karena banyaknya sampah yang menyumbat gorong-gorong, dan buat banjir ke dalam pondok pesantren makanya kita rutin melakukan ini seminggu empat kali,” tuturnya.

 

Masih di tempat yang sama warga sekitar H. Cecep (60) mengatakan, bahwa didalam gorong-gorong itu terdapat kawat sehingga sampah itu menyumbat saluran air tersebut.

 

“Itu kemauan anak-anak inisiatif, sering banjir ke dalam pondok pesantren, itu kan didalam gorong-gorong itu banyak kawat-kawat gitu dan di dalam nya itu terlalu kecil aliran nya, jadinya macet itu sebabkan banjir ke dalam itu sekitar 30 Cm,” katanya.

 

Sementara Camat Leuwisadeng Rudi Mulyana atas nama kecamatan ia sampaikan ucapan, terimakasih kepada para santri yang membersihkan saluran air yang banyak sampah.

 

“Seperti kita ketahui dimusim hujan seperti ini semua sampah pasti terbawa air, pada titik-titik tertentu ada penyempitan saluran air, otomatis itu akan menghambat air sehingga itu meluap ke daerah yang memang lebih rendah,” ungkap Rudi dijumpai di rumah dinasnya.

 

Rudi Mulyana juga menghimbau, kepada warga masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih, buang sampah jangan sampai ke sungai yang mengakibatkan pada musim penghujan seperti ini otomatis saluran air nya mampet karena sampah.

 

“Insyaallah nanti kita koordinasi dengan DLH terkait sampah yang telah dibersihkan oleh santri itu agar nanti bisa di angkut,” ujarnya.

 

Terkait Gorong-gorong itu, Rudi menyampaikan, jikalau mungkin harus dibongkar otomatis harus ada anggaran yang lebih besar karena itu menyangkut Jalan Raya.

 

“Tapi sebenarnya kalau gorong-gorong itu bersih dari sampah insyaallah aliran juga mungkin akan lebih cepat tersalurkan, untuk sementara mungkin harus pembersihan dulu, kalau memang nanti disinyalir, mungkin dinas PUPR atau Pengairan yang lebih tahu apakah memang harus diperbesar atau tidak, nanti harus ada kajian teknisnya,” tutup Rudi.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *