Bidan Ella Evakuasi Ibu Hamil Yang Terpapar Covid-19

  • Bagikan

Publikbogor.com – Ditengah pandemi yang belum berakhir bahkan angka penyebaran covid makin tinggi kadang membuat orang harus lebih semangat untuk menghadapi pandemi ini.

 

Tenaga kesehatan (nakes) yang merupakan garda terdepan penanganan covid 19 harus mengambil resiko lebih besar dan rela mengorbankan segala halnya. Bukan hanya waktu, namun keselamatan dirinya menjadi hal yang harus dipertaruhkan.

 

Seperti Halnya tenaga kesehatan di Puskesmas Bojong Gede, Kabupaten Bogor Ella Nurlela harus rela dan terus ikhlas meskipun di malam hari harus pergi untuk mengevakuasi pasien yang terpapar covid 19 untuk dirujuk ke rumah sakit dengan dibantu ambulans dan driver dari dinas kesehatan.

 

Wanita yang bertugas menjadi Bidan Desa di Desa Pabuaran Bojonggede itu begitu ikhlas meskipun ia sendiri usianya sudah tak muda lagi dimana usianya terbilang rentan untuk terpapar covid 19 yakni berusia 50 tahun.

 

Dengan rasa semangat ia pun bergegas ketika mendapatkan laporan bahwa ada seorang pasien yang sedang hamil terkonfirmasi Covid 19.

 

“Harus ikhlas, ini tugas menjadi tenaga medis. Apalagi pandemi yang juga belum berakhir harus tetap semangat untuk menangani pandemi ini dan menangani pasien yang terpapar. Apalagi yang saat sedang saya evakuasi malam ini ibu hamil yang terkonfirmasi Covid 19,”kata Ella saat dikonfirmasi via sambungan telepon pada Sabtu malam (23/1/2021).

 

Apalagi lanjut Ella mengatakan Kecamatan Bojong Gede saat ini menjadi zona merah dan angka yang terpapar cukup banyak.

 

“Ya semoga covid 19 segera berakhir perlu diketahui kami nakes ini tak pernah letih bahkan rekan – rekan kami sudah banyak berguguran dalam menangani pandemi ini, semoga masyarakat bisa mengerti betapa pentingnya menjaga protokol kesehatan,”tuturnya.

 

Sementara Kepala Puskesmas Bojong Gede, dr James Tambunan mengatakan di Puskesmas Bojong Gede sendiri memang ada sedikit terkendala saat mengevakuasi pasien covid 19.

 

Pasalnya meksipun puskesmas Bojong Gede dekat dengan pusat pemerintahan, hingga kini belum memiliki mobil ambulans.

 

“Alhamdulillah bidan desa selalu semangat, tapi kadang ada kendalanya seperti Bidan Hj Ella yang mengevakuasi pasien covid 19 tidak bisa menggunakan mobil ambulans puskesmas. Karena dimiliki sekarang ini sudah tidak layak, akhirnya menggunakan ambulans dinkes,”ujarnya.

 

Ia berharap Puskesmas Bojong Gede segera mendapatkan bantuan mobil ambulans guna memperlancar pelayanan kesehatan terhadap masyarakat

 

“Karena jujur mobil ambulans sangat diperlukan apalagi saat merujuk pasien pada malam hari. Seperti evakuasi pasien ibu hamil itu pakai ambulans dan driver dinkes.”pungkasnya.

 

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *