, , ,

Dewan Geram Pembangunan Jembatan di Lokasi Bencana yang Belum Selesai

by -

Publikbogor.com – Bencana alam Sukajaya yang terjadi di awal tahun 2020 masih menyisakan sejumlah kisah miris terkait keadaan kehidupan warga pasca bencana, ada salah satu kampung yang hingga hari ini masih terisolasi karena satu-satunya akses jembatan menuju lokasi kampung tempat tinggal mereka masih terputus.

Dari pantauan di lokasi pembangunan jembatan tersebut masih sangat minim progressnya di akhir tahun 2020 padahal prasasti pembangunan jembatan tersebut sudah di tandatangani oleh Bupati Bogor, Ade Yasin.

Jembatan tersebut berada di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya merupakan satu-satunya akses menuju Kampung Ciparengpeng, sempat dibangun jembatan darurat disana menggunakan bambu secara swadaya namun jembatan tersebut kembali rusak sehingga, akses kembali tertutup.

Hal itu yang membuat Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Aan Triana Almuharom geram pasalnya, pembagunan jembatan tersebut merupakan cerminan dari keseriusan pemerintah Kabupaten Bogor dalam recovery pasca bencana, tetapi jika keadaan pembangunannya saja progresnya masih minim bagaimana dengan kehidupan masyarakat disana yang sehari-hari harus mencari nafkah.

“Pembangunan jembatan penghubung ke kampung Ciparengpeng kan merupakan salah satu cerminan upaya Pemkab Bogor dalam recovery pasca bencana, kasihan masyarakat disana jika ingin bekerja mencari nafkah sedangkan hingga akhir tahun posisi pembangunan jembatan tersebut progressnya masih sangat minim, mereka juga kan butuh akses saat mencari nafkah, ini harus dicari penyebabnya apakah pelaksana dilapangan yang tidak benar, atau seperti apa duduk permasalahannya, yang jelas ini sangat merugikan masyarakat,” ungkap Aan kepada wartawan media ini pada, Senin (4/1/2021).

Dari penelusuran team dilapangan, diketahui bahwa sudah ada design prasasti pembangunan jembatan tersebut yang tertulis bahwa pelaksanaanya adalah kerjasama antara Pemkab Bogor dan Kodim 0621 yang sudah di tandatangani oleh Bupati Bogor, Ade Yasin yang memang belum tertera tanggal tapi jelas di tahun 2020.

“Saya sebagai anggota DPRD tidak tahu menahu terkait hal itu karena memang terkait penunjukan pelaksana proyek bukan tupoksi DPRD, silahkan saja ditanyakan ke Dinas PUPR yang bertanggung jawab dalam hal tersebut, yang jelas hingga akhir tahun 2020 jembatan tersebut belum jadi dan baru terlihat tiang pondasi di satu sisi saja, berarti kan ini harus dipertanyakan karena kasihan masyarakat jika jembatan ini tidak maksimal pengerjaannya dan terkesan lambat, saya juga akan coba komunikasikan dengan ketua Komisi III DPRD terkait hal ini,” tutup Anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar ini.

Saat dikonfirmasi dan dipertanyakan terkait hal ini (4/1), Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Soebiantoro belum memberikan jawaban, pesan singkat (WA) pewarta baru sekedar dibaca dan belum ada balasan.

 

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *