Draf RUU Pemilu, Mengatur Dua Jenis Pemilihan Umum

  • Bagikan

Publikbogor.com – Draf revisi undang-undang pemilu dan pilkada yang masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas) prioritas DPR 2021 mengatur tentang dua jenis pemilihan umum di Indonesia. Dua jenis pesta demokrasi yang dimaksud adalah Pemilu Nasional dan Pemilu Daerah.

Pelaksanaan pemilihan presiden, anggota legislatif dan DPD tetap akan di pisah dengan pilkada dalam draf RUU tersebut. Padahal, DPR dan pemerintah awalnya sempat berencana semua penyelenggaraan pemilu, baik nasional dan daerah digelar serentak pada 2024.

 

Pemilu Nasional

Dalam draf RUU Pemilu, Pemilu Nasional adalah Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres), pemilu anggota DPR, pemilu anggota DPD, pemilu anggota DPRD Provinsi, dan pemilu anggota DPRD Kabupaten/Kota. Pemilu Nasional nantinya akan diselenggarakan secara bersamaan.

 

Pasal 734 Ayat (2) draf RUU Pemilu mengatakan pelaksanaan Pemilu Nasional pertama kali akan digelar pada 2024 mendatang. Selanjutnya, penyelenggaraan Pemilu Nasional akan digelar setiap 5 tahun sekali.

 

“Pemilu Nasional pertama diselenggarakan pada tahun 2024, dan untuk selanjutnya diselenggarakan setiap lima tahun sekali,” bunyi pasal 734 Ayat (2).

 

Pasal 475 ayat (1) draf RUU Pemilu, pemungutan suara Pemilu Nasional akan digelar serentak pada hari yang sama. Meski demikian, hari, tanggal, dan waktu pemungutan suara ditetapkan melalui keputusan KPU.

 

Belum tentu seperti pada Pemilu 2019 lalu yang mana pemungutan suara dilakukan serentak di waktu atau jam yang sama.

 

Secara garis besar, Pemilu Nasional sama seperti pemilu lima tahunan. Akan tetapi, kini bakal dinamakan dengan Pemilu Nasional untuk membedakan dengan Pemilu Daerah.

 

Pilkada bakal digelar lagi pada 2022 dan 2023. Kemudian digelar secara serentak di seluruh Indonesia pada 2027. Setelah itu pilkada digelar setiap lima tahun sekali dengan istilah Pemilu Daerah (CNN Indonesia/Safir Makki)

 

Pemilu Daerah

Pemilu Daerah merupakan ajang kontestasi pemilihan kepala daerah seluruh Indonesia secara serentak. Dengan kata lain, Pemilu Daerah di akan digelar di 34 Provinsi, 98 Kota dan 416 Kabupaten dalam waktu yang bersamaan.

 

Dalam draf RUU Pemilu Pasal 734 Ayat (1) mengatur Pemilu Daerah akan digelar untuk pertama kalinya pada tahun 2027 di Indonesia. Untuk penyelenggaraan selanjutnya, Pemilu Daerah akan rutin digelar setiap lima tahun sekali.

 

“Pemilu Daerah pertama diselenggarakan pada tahun 2027, dan untuk selanjutnya diselenggarakan setiap lima tahun sekali,” bunyi Pasal 734 Ayat (1).

 

(Cnn)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *