Dualisme Kepengurusan, Faji Kabupaten Bogor Targetkan Medali Emas di Porda

  • Bagikan

Publikbogor.com – Dualisme kepengurusan Federasi Arung Jeram Indonesi (FAJI) Kabupaten Bogor terus berlanjut. Namun, tidak menghentikan niat para atlet arung jeram untuk berlatih di Sungai Cianten, Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, pada Selasa (26/1).

 

Atlet Arung Jeram Kabupaten Bogor Deni Permana (22) mengatakan, bahwa dirinya bersama rekan-rekannya berlatih ringan di sungai Cianten untuk melenturkan badan jelang Porda nanti.

 

Kesulitan yang dihadapi saat ini dari peralatan, termasuk adanya kepengurusan dualisme di Faji Kabupaten Bogor. Namun, terpenting bagi para atlet arung Jeram lebih fokus ke latihan jelang Porda nanti.

 

Ia berharap tidak ada dualisme kepengurusan Faji Kabupaten Bogor karena tujuan tetap sama yakni mengharumkan nama Kabupaten Bogor di cabang olahraga Arung Jeram Indonesia.

 

“Target untuk Porda bisa memboyong mendali emas. Seperti di Porda Kabupaten Bogor yang lalu,” ujarnya usai melakukan latihan di sungai Cianten.

 

Penggiat Olahraga Arung Jeram, Wika Wibisono sangat menyayangkan, ketika ada dualisme di tubuh kepengurusan Faji Kabupaten Bogor. Sebab, bisa berimbas ke atlet.

 

Jelang Porda nanti, atlet perlu dilakukan pembinaan dan latihan yang intens. Sebab, untuk mencapai raih yang maksimal di perlu latihan sejak jauh hari. Terpenting, ketika latihan tetap menerapkan protokol kesehatan.

 

“Apapun ceritanya di kepengurus Faji, atlet harus latihan. Sebab, atlit juga ada target yang harus dikejar di ajang Porda nanti,” katanya

 

Dirinya melihat di Kabupaten Bogor sungainya banyak, termasuk perahu , operator, penggiat dan atlet. Tinggal dilakukan pembinaan agar para atlet bisa meraih capaian yang maksimal di ajang turnamen atau Porda.

 

“Ketika atlet tidak diperhatikan dan mereka ingin mengikuti turnamen atau kejuaraan, seharusnya pengurus mendukung bukannya seakan-akan menghalangi, ” keluhnya.

 

Terpisah, Ketua Umum Faji Kabupaten Bogor Bayu Rahmawanto mengaku, kaitannya dengan arung jeram. Pada dasarnya dirinya juga fokus pada pengurusan dan pembinaan atlet.

 

Dirinya, ingin pengurusan Faji adalah orang yang benar-benar memang mempunyai kemampuan untuk melaksanakan tugas-tugas manakala sudah masuk jadi pengurus. Sebab, dalam pembentukan pengurus itu perlu juga ada mekanisme dan proses.

 

“Kepengurusan bukan pengurus, tapi pengurus tugas kewajibannya adalah melakukan pembinaan pengurusan pada atlet yang mempunyai potensi di wilayah kabupaten bogor,” katanya.

 

Menurut Camat Tamansari Bayu, kalau pengurusnya baik, tertib, tentunya tidak akan membuat sebuah permasalahan manakala melakukan pembinaan terhadap atlet.

 

Tapi kalau pengurusnya acak acakan, gimana dia mau melakukan pembinaan terhadap atlet. Intinya, jangan sampai atlet jadi korban.

 

“Kami melihat kondisi seperti ini tapi juga jangan permasalahannya pengurus imbasnya ke atlet, itu yang tidak kita inginkan. Pada dasarnya, dirinya ingin fokus kepada pengurusan pembenahan kepengurusan baiknya seperti apa putusan administrasi nya sudah ada,” tukasnya.

 

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *