,

Dugaan Kecurangan Pilkades Cibadak Terus Bergulir

by -

Publikbogor.com – Persoalan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cibadak terus bergulir dengan adanya pengajuan keberatan dari 4 Calon Kepala Desa, karena adanya dugaan kecurangan yang dilakukan oleh Panitia dan salah satu calon, pada saat sebelum serta setelah pemilihan pada Minggu, 20/12/2020.

 

Calon yang mengajukan keberatan atas hasil pemilihan yang didampingi kuasa hukumnya Bakdo Mulyono, SH. yaitu

1. H. Engkus Kusmayadi, SE. nomor urut 1

2. Ahmad Badhawi, nomor urut 2

3. Maryono, SE. nomor urut 4, serta

4. Karyama, SE. nomor urut 5.

Dengan enam tuntutan keberatan.

 

Hal itu diungkapkan Bakdo Mulyono, seusai mendampingi kliennya menghadiri pembahasan keberatan / perselisihan hasil Pilkades, tingkat Kecamatan Ciampea, di Aula Kecamatan, Kamis 31/12/2020.

 

“Karena sekarang tidak bicara di 01, 02, 04 dan 05, kini kita bicara tentang warga Desa Cibadak, tentunya akan berembug dengan tim, yang jelas ada 2 sisi yang akan kita tempuh , pertama secara pidana dengan dugaan penyuapan, kedua secara administrative, sejauh ini kita baru mengikuti prosedur baru tingkat Kecamatan,” katanya.

Bakdo Mulyono memaparkan hal yang dilaporkan antara lain di lingkungan Dramaga Pratama tps 12, 11, dan 10, diduga ada permainan, pelanggaran secara administrasi diantaranya ada anggota Polri aktif didalam DPT, ada nama-nama yang sudah diverifikasi ternyata tidak ada, juga masih ada daftar orang yang sudah meninggal masih tetapi tercantum.

 

“Sangat sarat dengan kemungkinan pidana, karena itu kita berkonsolidasi dengan calon 01, 02, 04, dan 05, dicalon nomor 5 ini sangat kuat, mereka memiliki surat pernyataan dibayar dan diarahkan untuk memilih salah satu calon, akhirnya kita lakukan kesepakatan bersama dengan mengajukan keberatan hasil, tentunya hal ini kita sebagai warga negara dengan mengikuti aturan bagai mana proses ini secara hukum,” terangnya.

 

Lebih lanjut Bakdo Mulyono menambahkan sebagai pembelajaran demokrasi di Desa Cibadak yang telah hancur berantakan,

 

“kemarin kejadiannya sangat fulgar, dengan kejadian ini semoga ditahun 2027 tidak terjadi lagi, tuntutan kita yang pasti adanya kesalahan sangat fatal dari penyelenggara, terlepas dari siapa pun yang menang, nanti biar proses hukum yang melakukan mengklarifikasi,” pungkasnya.

 

Camat Ciampea sekaligus sebagai Ketua Panitia Pilkades Kecamatan Chaerudin Falani, seolah menghindar setelah tetjadinya pertemuan atas keberatan, hingga belum bisa dikonfirmasi.

 

(IPAY).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *