Efek Samping Menurut Presiden Dan Menkes Setelah di Vaksin

by -

Publikbogor.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi), menteri, tokoh publik hingga sejumlah selebritas menjalani penyuntikan vaksin virus corona (covid-19) Sinovac di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/1).

Usai disuntik, para penerima vaksin menunggu sekitar 30 menit untuk tubuh merespons kemungkinan efek samping. Dalam istilah kedokteran dikenal observasi kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI).

KIPI dapat terjadi dengan menimbulkan gejala sedang hingga berat. Gejala berat termasuk sangat jarang terjadi. Namun, salah satu gejala berat yang diantisipasi adalah reaksi syok anafilaktik.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelumnya menyatakan jika vaksin Covid-19 buatan perusahaan asal China, Sinovac menimbulkan efek samping ringan-sedang. Efek samping vaksin tingkat sedang yang ditimbulkan antara lain nyeri otot, pembengkakan, sakit kepala hanya 0,1 persen.

Usai disuntik, Jokowi mengaku sempat pegal-pegal. Efek pegal-pegal itu dirasakan Jokowi dua jam usai disuntik. Meski mengalami efek samping pegal-pegal, Jokowi berharap masyarakat bersedia divaskin. Menurut dia, vaksinasi Covid-19 ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menyelesaikan pandemi.

“Ndak terasa apa-apa waktu suntik ya. Tapi setelah dua jam agak pegal dikit. Agak pegal dikit,” ujar Jokowi dalam video yang diunggah Sekretariat Presiden di Youtube, Rabu (13/1).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin merasa mengantuk usai disuntik vaksin Covid-19. Pernyataan tersebut disampaikan Budi di sela-sela rapat kerja bersama Komisi IX DPR. Ia menyampaikan hal tersebut sembari melemparkan guyon kepada anggota rapat yang hadir.

“Tadi ambil kopi karena kurang tidur, tadi sudah divaksin jadi tambah ngantuk juga. Demam tidak, tapi saya rada ngantuk, tapi kalau Bu Penny (Kepala BPOM) kayaknya tambah cerah, tapi saya tambah ngantuk,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Rabu (13/1).

 

(Cnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *