, ,

Hati-Hati! Karena Harga Naik, Cabai di Cat Merah

by -

Publikbogor.com – Warga Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dihebohkan dengan cabai dicat merah, Bunda. Pasalnya, cabai dicat merah ini sempat beredar di beberapa pasar yakni Pasar Wage Purwokerto, Pasar Ceremai, Pasar Kemutus, Kecamatan Sumbang. Untungnya, hal ini cepat diketahui ketika para pedagang Pasar Wage Purwokerto mencurigai cabai dicat merah tersebut.

Mereka mengetahui dan melaporkan kejadian ini pada 29 Desember pagi. Saat itu, harga cabai sedang naik hingga Rp60 ribu per kilogramnya. Mendengar laporan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas dan Kantor Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) hingga polisi turun tangan.

“Kita langsung koordinasi dan melakukan pengecekan ke pedagang, lalu mengambil sedikit barang bukti untuk ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Wilayah 1 Purwokerto, Arif Budiman, dikutip dari detikcom.

Dalam waktu tiga hari penyelidikan, seluruh saksi mengarah pada satu pemasok daerah di Kabupaten Temanggung. Berdasarkan informasi tersebut Satreskrim Polresta Banyumas bekerjasama dengan Polres Temanggung menangkap BN (35) warga Desa Nampirejo, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung.

Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Berry mengatakan BN merupakan petani cabai di Temanggung. BN mengakali cabai-cabai yang terjual di pasar Wage Purwokerto dan beberapa pasar lainnya menggunakan cat semprot, Bunda.

“Inisial BN, 35 tahun, (warga) Temanggung, petani cabai. Mewarnainya menggunakan pylox,” ujarnya.

Alasan BN mengecat cabai tak lain karena tergiur dengan harga cabai rawit merah yang mahal mencapai Rp45 ribu per kilogram saat itu. Sementara cabai rawit putih, hijau hanya dihargai Rp19 ribu per kilogram.

 

(HB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *