Pelecehan Sekaligus Pengeroyokan Dua Wanita di Bogor, Begini Kronologinya

  • Bagikan

Publikbogor.com – Dua perempuan diantara tiga remaja babak belur dikeroyok sejumlah pemuda yang tengah mabuk di kampung Lebak Sari, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor

KA (20) mengalami luka sobek di kepala dan beberapa bagian tubuhnya memar. RMR (16) mengalami memar di kepala, VR (19) memar di punggung dan kuping.

Peristiwa pengeroyokan terjadi pada Kamis (31/12/2020) sekitar pukul 23.30 WIB. Mulanya, RMR hendak mengantarkan pulang pacarnya bernama SYA.

“Rencananya adik saya mau nganter pacarnya pulang. Kalau saya sih waktu itu mau tidur,” ujar KA, Sabtu (2/1/2021).

Saat melintas di perkampungan tak jauh dari rumah korban, SYA mengalami pelecehan seksual oleh seorang pemuda yang tengah nongkrong.

Mengetahui aksi bejat pelaku, RMR sempat menegurnya. Namun ia malah dipukuli oleh beberapa pemuda yang diduga tengah mabuk.

“Ga lama adik saya telpon, ngadu sama saya pacarnya dia payudaranya disentuh sama salah satu pelaku,” terang KA.

Karena salah satu pelaku kenal dengan kakaknya, MR kemudian menghubungi Karina dengan harapan persoalan itu bisa segera diselesaikan.

“Kata adik saya, salah satu pelakunya teman kecil saya. Saya samperin lah kesitu,” ujarnya.

Setelah tiba di Kampung Lebak Sari, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, KA menegur temannya. Keduanya sempat terlibat cekcok hingga keributan pun terjadi.

Gadis itu dipukuli ditendangi oleh sekelompok pemuda yang tengah mabuk. Bahkan, salah satu pemuda menghantam kepalanya beberapa kali menggunakan gitar.

“Saya dan adik sempat jatuh, saya lindungi adik saya biar ga kena pukul. Mereka terus nendangin, mukulin saya. Lalu kepala saya dihantam pakai gitar sampai gitarnya pecah,” ungkapnya.

Tak lama kemudian, ayahnya kebetulan melintas dan mencoba melerai. Lagi-lagi, bapaknya pun nyaris dipukuli oleh para pemuda itu.

“Saudara saya namanya Vira, dia dateng mau melerai malah dipukuli juga,” kata dia.

Karina mengaku langsung dibawa ke Rumah Sakit Salak karena luka robek di kepala.

“Kepala saya dijait, 11 jaitan,” ucapnya.

Ia menyayangkan, pada saat kejadian tak ada satu pun warga yang melerainya. Mereka diam saja melihat dua orang perempuan dipukuli hingga tak berdaya.

“Jumat malam kami bikin laporan polisi. Mudah-mudahan kasus ini segera ditindaklanjuti,” harapnya.

Sementara itu Paur Subbag Humas Polresta Bogor Kota Iptu Rahmat Gumilar membenarkan kejadian tersebut. Polisi sudah menerima laporan dari korban.

“Kasusnya akan segera ditindaklanjuti,” kata Rahmat.Dari keterangan pelapor, pelaku pengeroyokan dilakukan oleh lebih dari 10 orang.

 

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *