Peresmian Gedung Sekaligus Hari Jadi IUQI, Diharapkan Bisa Hadapi Prodi 2021

  • Bagikan

Publikbogor.com – Institut Umul Quro Al’Islami (IUQI) yang berada di Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang tepat dihari jadi ke 5 yang jatuh pada 20 Januari 2021 sekaligus peresmian gedung Rektorat baru diharapkan dapat menghadapi tantangan Program Pendidikan (Prodi) di tahun 2021 ini.

Seperti diungkapkan Wakil Mentri Agama Republik Indonesia Zainut Tauhid Sa’adi, bahwa Pondok pesantren yang juga mengelola perguruan tinggi itu bisa memadukan Ilmu, baik ilmu agama dan juga ilmu pengetahuan umum.

“kedepan saya kira tuntutan Prodi adalah bagaimana menghadapi tantangan 2021 yang juga dunia internasional saya kira ini menjadi tantangan perguruan tinggi bagaimana mengadaptasikan kedepan dengan dunia internasional karena para alumni itu akan diukur dari seberapa besar dia terima dimasyarakat,” ujar Zainut Tauhid Sa’adi kepada wartawan usai meresmikan gedung baru Rektorat IUQI.

Sementara, Rektor IUQI Saeful Falah mengungkapkan, tepat di hari jadi ke 5 yang jatuh pada 20 Januari 2021 sekaligus peresmian gedung Rektorat baru yang diharapkan dapat bermanfaat bagi para mahasiswa.

“Harapan kami di kabupaten bogor ini juga menjadikan Icon baru, bahwa di Bogor barat telah memiliki kampus berlandaskan Ahlussunah Waljamaah,” ungkapnya.

Lanjut, Saeful Falah mengatakan, bahwa kampus IUQI di tahun 2021 ini akan membuka Program pendidikan (Prodi) baru.

“Ada empat prodi yang kita ajukan dari Fakultas Ekonomi Syariah itu Managemant Bisnis dan Perbankan Syariah trus yang kedua dari Fakultas Dakwah itu Jurnalistik sama Management Dakwah,” jelasnya.

Saeful Fallah menambahkan, dalam menghadapi tantangan apalagi dimasa pandemi ini memang karakter mahasiswa itu harus ditingkatkan, jadi tidak hanya ke potensi bidang Akademik tetapi non-Akademik itu harus ditingkatkan kualitas dan mutu dari pendidikan.

“Dalam menghadapi tantangan zaman, kedepan itu mungkin saja karena mahasiswa juga harus didorong ke organisasi extrakulikuler yang lainnya, yang itu akan membuat dan membentuk karakter mental mahasiswa, sehingga mental mahasiswa yang akan didirong itu dia akan lebih mengambil solutif ketika hasil daripada lulusannya dia bisa bergerak dibidang yang lainnya,” pungkasnya.

 

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *