Upaya Warung Ayam Geprek SADULUR Hadapi Harga Cabai Yang Tak Kunjung Turun

  • Bagikan

Publikbogor.com – Pandemi covid-19 masih menjadi salah satu faktor menurunnya pendapatan suatu usaha, ditambah lagi harga cabai yang masih terhitung tinggi, dari pantauan tim Publik Bogor harga cabai masih sekitaran 70 ribu/kilo.

Salah satu yang terkena imbas harga cabai yang masih tinggi ialah Warung Sadulur yang berlokasi di Kampung Paku Kecamatan Leuwisadeng yang usaha utamanya selalu berkaitan dengan cabai, yakni ayam geprek.

Rangga salah satu 3 dari pemilik warung sadulurĀ  mengungkapkan sangat mengeluh dengan harga cabai yang tak kunjung turun, yang awalnya 15 ribu per kilo, sekarang harga cabai tembus di angkat 70 ribu per kilo

“Kami sangat mengeluhkan dengan harga cabai yang tak kunjung turun, mungkin turun hanya berapa persen, jauh dari harga awal, yang awalnya harga cabai sekitar 15 ribuan per kilo, sekarang melambung dengan harga 70 ribu per kilo bahkan diawal naiknya cabai pernah sampai 100 ribu per kilo” Ujar Rangga

Warung sadulur itu juga tutup satu minggu di awal kenaikan harga cabai, tapi mereka memberanikan diri untuk buka kembali karena sudah banyak pelanggan yang menanyakannya.

“Kami pernah tutup satu minggu di pas awal -awal harga cabai naik, tapi kami memberanikan diri untuk buka walaupun untungnya jauh dari sebelum harga cabai naik, karena sudah banyak yang menanyakan” katanya saat diwawancarai tim publik bogor

Harapan rangga agar harga cabai bisa kembali normal, agar penghasilannya kembali normal seperti biasanya.

“Ya saya berharap, mungkin seluruh pedagang berharap harga cabai kembali normal seperti semula, agar penghasilan kembali normal seperti biasanya” harapnya

 

 

(EL)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *