Wagub Jabar UU Ruzhanul Ulum Bentuk Kampung Santri di Manonjaya

  • Bagikan

Publikbogor.com – Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum yang juga Panglima Santri Jabar membentuk Kampung Santri di Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Kecamatan Manonjaya sendiri adalah kampung halaman Uu.

 

Untuk membentuk kampung santri itu, Uu menggelar pertemuan di aula Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Ruzhan pada Jumat (22/1/2021) dengan dihadiri unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), MUI kecamatan, para kepala desa, serta pimpinan pondok pesantren (ponpes).

 

Pria yang akrab disapa Kang Uu menjelaskan, Kampung Santri bertujuan untuk mengakselerasi terwujudnya visi Jabar Juara, khususnya di bidang batin.

 

“Yaitu meningkatnya keimanan dan ketakwaan masyarakat Jabar juga syariah juara, amaliah yang juara, dan ikhtiar yang juga juara,” ucap Kang Uu dalam keterangan tertulis yang disampaikannya kepada Kompas.com, Sabtu (23/1/2021).

 

Kang Uu mengatakan, pembentukan Kampung Santri sesuai dengan amanat UUD 1945, sila Pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Penguatan Pendidikan Karakter dalam Nawacita Presiden Joko Widodo, serta Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2019 yang di dalamnya termaktub visi Jabar Juara Lahir dan Batin.

 

Nantinya, kegiatan di Kampung Santri akan menerapkan nilai-nilai agama dalam berbangsa dan bernegara.

 

“Misalnya semua (perempuan) muslim harus berkerudung, yang non muslim tentu tidak diwajibkan. Aturan ini bagi muslim,” kata Kang Uu.

 

“Diusahakan shalat minimal di awal waktu itu berjamaah. Lalu di hari Jumat, 15 menit (sebelum shalat Jumat), pasar tutup. Anak-anak juga magrib mengaji, kembali seperti dulu, misal televisi dimatikan dari sejak Magrib sampai Isya,” tambahnya.

 

Kang Uu menegaskan, penerapan nilai agama ini pun sesuai dengan implementasi sila Pertama Pancasila.

 

“Karena Pancasilais sejati adalah mereka yang mengamalkan agamanya sendiri. Siapa yang menjadi contoh dalam melaksanakan nilai Pancasila? Adalah orang yang melaksanakan nilai agama. Tetapi tetap harus dalam bingkai semangat NKRI,” ucap Kang Uu.

 

Adapun jika keimanan dan ketakwaan lewat Kampung Santri sudah maksimal, lanjut Kang Uu, maka pekat alias penyakit masyarakat akan menurun.

 

“Selain itu, harapan kami, moral dan etika masyarakat akan menjadi yang terdepan dan akan dijunjung tinggi dengan nama Kampung Santri ini. Nanti dengan sendirinya, kalau berhasil, ekonomi juga akan terangkat,” tuturnya.

 

(Kps)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *