Warga Singajaya Protes Terkait Bansos Covid

by -

Publikbogor.com – Bantuan Sosial Covid-19 terus mendapatkan beragam komentar dari warga masyarakat Kabupaten Bogor, kali ini datang dari warga Desa Singajaya Kecamatan Jonggol, ketika pewarta menyambangi kediaman warga yang mayoritas berusia lanjut dan pekerja non formal disana hampir semua mengeluhkan bahwa diri mereka tidak mendapatkan bansos masyarakat terdampak Covid-19.

 

Salah satu warga di RT.1 RW.1 mengatakan bahwa sejak awal pandemi dirinya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan tidak pernah mendapatkan bansos apapun padahal dirinya mengakui bahwa pendemi ini sangat berpengaruh pada kehidupan mereka, bahkan dirinya menyalahkan aparat setempat yang terlihat pilih kasih dalam mendata warga.

 

“Dari awal pandemi covid ga ada bantuan, padahal tiap ada pemilihan apa aja saya ikut milih, saya juga kecewa dengan pihak aparat Desa disini yang lebih mendahulukan kerabat dan orang-orang dekatnya saat mendata warga yang mendapat bansos terdampak covid-19, saya juga pernah cek nama saya di data Desa juga ga ada, kalau bisa mah yang kaya gitu dipecat aja lah RT nya sama Lurahnya”. Geram salah satu warga yang namanya minta dirahasiakan. (5/1)

 

Warga lain pun mengeluhkan hal yang sama, kali ini datang dari seorang nenek lansia yang mengaku baru dapat bantuan sekali saja selama ini.

 

“Pernah waktu awal dapat beras, kalau yang katanya dapat bantuan sembako mah ga pernah ema dapet itu, dulu pernah dapet waktu zaman pak SBY, padahal ema denger di Desa Jonggol mah udah pada dapet ada yang 5 kali terus juga disana mah rata bagiinnya, makanya mudah-mudahan di data lagi dah biar yang susah hidupnya benar-benar dapat”. Ungkap ma limah.

 

Sementara itu saat ditemui di Kantor Desa Singajaya Jonggol (6/1), Pelaksana Harian Kepala Desa Singajaya, Zainal Rizki yang menjabat sebagai Plh setelah meninggalnya Kades Singajaya mengatakan bahwa dirinya juga tidak bisa berbuat banyak karena pihaknya hanya bertugas membagi bansos saja dengan data yang sudah tersedia.

 

“Kami dari Desa tidak tahu menahu terkait data kang, kami hanya membagi bansos sesuai data yang kami terima dari Dinas Sosial, memang kami juga banyak mendengar protes warga akan tetapi kami tidak ada wewenang untuk merubah data jadi ya kami bagikan apa adanya saja”. Ungkap Plh Kades yang jabatan aslinya adalah Sekdes ini.

 

Pria yang akrab disapa Kiki ini juga mengatakan bahwa di Desa Singajaya jumlah penduduk kurang lebih 24.000 dan saat awal akan ada bantuan sosial terdampak Covid-19 pihak Desa yang saat itu masih dipimpin Kades (alm) Peih Markowi sudah mendata warga yang berhak menerima bansos bahkan saat itu maraton mendata dan diajukan data 6000 warga yang mendapatkan bansos tapi ketika diberikan data hanya 574 saja yang dapat.

 

“Saat dulu saya masih Sekdes kita memang diperintahkan untuk mendata warga yang ekonominya terdampak Covid bahkan kita dapat data ada 6000an warga akan tetapi saat data itu di verifikasi di Dinas Sosial cuma ada 574 warga aja yang berhak dapat, ya kita ga bisa berbuat apa-apa, kalau warga mau protes ya saya si hanya siap memberikan jawaban dan memberi pengertian ke mereka, kalau untuk dibagi rata ga mungkin juga kita bisa cakup semua misalnya dengan mengurangi jatah yang dapat trus dibagi ke yang ga dapat, ini kan melanggar aturan dan bukan wewenang kami, lagian kami juga pasti akan diprotes warga yang seharusnya menerima bansos”. Tutupnya.

 

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *