Agar Terawat, Pemkab Bogor Diminta Bijak Tangani PKL di Pendestrian Pakansari

  • Bagikan

Publikbogor.com – Pembangunan fasilitas pejalan kaki (pedestrian) terintegrasi yang dibangun sepanjang jalan Eddie Yoso Martadipura untuk mengakomodir pejalan kaki dari jalan Tegar Beriman menuju Stadion Pakansari, Cibinong yang dikerjakan oleh PT. Vanca Utama Perkasa dengan nilai Rp. 23,8M ini berdasarkan hasil pemantauan langsung dilapangan sudah nyaris rampung.

Terlihat di beberapa sisi masih terlihat kesibukan para tukang bangunan yang terus bekerja menyelesaikan sisa pekerjaan minor, seperti yang diakui salah satu mandor pekerjaan tersebut di lokasi pembangunan pedestrian.

“Iya kami masih terus kebut biar selesai pa, waktu kami sampai tanggal 22 Februari 2021 ngerjain ini, syukur lah udh tinggal kerjaan begini aja kaya finishing, cat trotoar, pasang granit di tempat-tempat khusus kaya di samping pohon, pasang tutup kontrol gorong-gorong dan bersihin sisa bekas adukan dari aspal, jadi yakin akan selesai sesuai waktu tambahan addendum yang diberikan ke kita”. Ungkap pria bernama Giman yang terlihat sibuk mondar-mandir memperhatikan para tukangnya bekerja.(20/2)

Sang mandor ketika ditanya apakah pekerjaan pembangunan ini benar terjadi keterlambatan mengakui karena ada beberapa kendala dan mepetnya waktu pengerjaan hingga perusahaannya diganjar denda akibat tidak bisa selesaikan pekerjaan tepat waktu.

“Saya akui memang kerjaan ini telat dari waktu yang ditentukan 110 hari pengerjaan, karena banyak kendala non teknis dilapangan seperti banyaknya kabel utilitas melintang dan beberapa kali putus hingga harus nunggu ganti kabelnya dulu, banyaknya pekerjaan yang langsung berbatasan dengan tempat usaha warga juga cukup menjadi hambatan dan terakhir faktor cuaca, ya gara-gara ga selesai Desember kemarin PT sudah kena denda dari Pemda, tapi kami semua tetap komit untuk menyelesaikan pekerjaan tepat sesuai waktu perpanjangan addendum”. Tambahnya.

Sementara itu di lokasi yang sama terlihat salah satu Pedagang Kaki Lima (PKL) sedang mangkal dengan gerobaknya di atas granit yang baru jadi tersebut meminta agar pemkab Bogor memikirkan nasib mereka agar tetap bisa berusaha demi nafkah keluarga.

“Paham saya pa kalau nanti trotoar ini sudah jadi mah pasti ga boleh dagang disini (pedestrian -red) makanya tolong sampein juga sama pemda Bogor bantu pikirin nasib kita yang biasa mangkal disini pa, disepanjang jalan ini kan banyak yang suka dagang soalnya kan emang disini rame orang yang pada mau olahraga ke stadion Pakansari, jadi dagang juga lumayan pa, kalau ga dagang mau dari mana buat makan keluarga”. Ungkap pria yang namanya enggan di sebut di media sambil memasak kudapan yang dijualnya.(20/2)

Penggiat Media Sosial dan juga aktivis sosial politik Kabupaten Bogor, Susilo Utomo melalui sambungan telepon selular (21/2) menyatakan sudah selayaknya Pemkab Bogor memikirkan nasib warganya yang selama ini hidup dari berdagang di pinggir jalan arah stadion Pakansari dan juga memperhatikan sisi pemeliharaan pedestrian tersebut.

“Sayang kan kalau uang 23 Milyar di pake bangun pedestrian habis itu rusak lagi atau ga dirawat, karena pedestrian ini termasuk rawan lho, di beberapa titik terdapat perbatasan dengan tempat usaha warga, trus tadi juga saya lihat masih ada motor yang nekad lalu lalang di trotoar baru padahal ada besi pembatas, lalu penerangan jalan juga harus di tambah agar beberapa titik yang gelap tidak rawan kejahatan, untuk PKL alangkah baiknya jika disiapkan tempat usaha atau spot UMKM di area stadion, kan bisa di data PKL yang ada untuk ngisi spot disana, karena yakin ke depan dengan alasan estetika para PKL ini dianggap merusak dan jika selalu mengedepankan langkah represif bisa bentrokan antara petugas dengan PKL yang merupakan warga yang sedang cari nafkah, lebih baik kedepankan langkah persuasif dengan memikirkan solusi bersama”. Pungkas pria berkacamata ini.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *