Hp Tercebur ke Air? Ini Solusinya

  • Bagikan

Publikbogor.com –Jangan panik, Ini cara yang benar menyelamatkan HP Anda yang tercebur di air

Saat ini, HP atau ponsel merupakan perangkat yang tidak bisa jauh dari kita.

Selain untuk berkomunikasi, smartphone mampu mengambil gambar, mencari informasi, bahkan untuk membayar sesuatu.

Tak ayal, perangkat serba guna ini selalu dibawa ke mana pun kita pergi.

Kadang kala, kecelakaan saat membawa ponsel pun datang di saat yang tak diduga-duga, misalnya ponsel tercebur ke dalam air.

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan ponsel yang tercebur air?

Kalian tidak perlu terlalu panik. Dirangkum KompasTekno dari Wired, Sabtu (6/2/2021), ada beberapa tips untuk menyelamatkan ponsel kalian.

 

1. Segera keluarkan ponsel dari air

Saat ponsel tercebur ke dalam air, baik itu di wastafel, toilet, atau bahkan kolam renang, sebagian besar orang akan merasa panik.

Namun, jangan terlalu lama tenggelam dalam rasa panik kalian. Hal pertama yang harus dilakukan untuk menyelamatkan ponsel kalian adalah dengan segera mengeluarkannya dari dalam air.

Perlu diingat, semakin lama ponsel berada di dalam air, kemungkinan kerusakannya juga akan semakin besar.

 

2. Matikan daya

Setelah mengeluarkan ponsel dari air, biasanya kalian akan refleks mengecek apakah ponsel masih berfungsi atau tidak, dengan cara menekan tombol dan mengetuk berbagai aplikasi di ponsel.

Langkah tersebut sebenarnya kurang tepat. Yang perlu kalian lakukan adalah langsung mematikan daya ponsel jika ponsel tersebut masih dalam kondisi hidup setelah tercebur.

Jika ponsel Anda dilapisi dengan casing, segera lepaskan casing tersebut.

Kemudian, jika ponsel masih menggunakan baterai yang bisa dilepas-pasang, keluarkan baterai dari ponsel. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan korsleting.

 

3. Keringkan ponsel menggunakan handuk

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengeringkan ponsel menggunakan handuk atau kain bersih. Lap seluruh bagian permukaan ponsel hingga kering.

Jangan lupa mengecek lubang atau port yang ada pada ponsel, seperti pengisian daya, slot SIM card dan MicroSD, atau jack audio.

Jika ada air yang terperangkap di dalam lubang port, kalian juga perlu segera mengeringkannya.

Kalian bisa mengeluarkan air dengan udara bertekanan tinggi atau menggunakan mulut kalian untuk meniupnya secara perlahan

Berhati-hatilah ketika mencoba mengeluarkan air dari lubang, jangan sampai air tersebut justru semakin masuk ke dalam ponsel.

Catatan, jangan gunakan hair dryer atau pemanas untuk mengeringkan ponsel kalian, karena panas yang dihasilkan alat tersebut justru dapat merusak komponen elektronik di dalam ponsel.

 

4. Taruh di dalam beras, benarkah?

Jika kalian bertanya pada teman atau Google, saran umum yang akan kalian dapatkan adalah menaruh ponsel di dalam sekantong beras.

Langkah ini mungkin akan berhasil dan bisa menjadi pilihan jika dalam keadaan darurat. Namun, ternyata metode ini bukan pilihan terbaik yang ada.

Beras memang memiliki sifat menyerap air. Namun beras tidak mampu menyerap semua kelembaban yang bersembunyi di sela-sela ponsel.

 

5. Simpan di tumpukan silika gel

Opsi terbaik untuk menyerap kelembaban yang masih terperangkap di dalam ponsel adalah dengan menyimpannya di dalam tumpukan silika gel.

Silika gel adalah alat penyerap kelembaban yang biasanya kalian temui di kemasan makanan, obat, sepatu, atau pada botol minuman dengan petunjuk “jangan dimakan”.

Silika gel berbentuk butiran-butiran kecil berwarna putih atau biru. Kalian bisa menyimpan ponsel kalian di dalam silika gel di tempat kedap udara. Dengan begitu, silika gel bisa menyerap air yang masih bersembunyi di ponsel kalian.

 

6. Bawa ke service center

Cara terakhir ialah meminta bantuan tenaga profesional. Anda bisa membawa service center. Biasanya mereka memiliki alat khusus untuk mengeluarkan air yang ada di dalam ponsel.

Namun, membawa ponsel ke service center tentu memerlukan biaya. Harganya pun bergantung dari kerusakan yang ada.

Dengan mengikuti tips di atas, kemungkinan besar ponsel dapat terhindar dari kerusakan permanen.

 

(Tribun)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *