Kisah Bapak Dedi Korban Banjir di Jasinga

  • Bagikan

Publikbogor.com – Bencana alam awal tahun 2020 lalu menyisakan duka bagi pasangan keluarga Bapak Dotoy Sudrajat dan Ibu Enok. Pasalnya, sejak Bencana kala akibat meluapnya sungai Cidurian, seisirumahnya pun hanyut diterjang derasnya arus sungai.

 

Rumah yang berada di bantaran sungai Cidurian tepatnya di Kampung Parung sapi RT 07 RW 08, Desa Kalongsawah Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor, kembali diterjang sungai Cidurian pada Minggu petang (7/2/2021). Kali ini merobohkan bagian dapur rumah tersebut.

 

Ibu Enok sang pemilik rumah menceritakan kejadian, bermula ia dan keluarganya sedang berada di rumah, dan saat itu hujan turun sejak siang hari.

 

“Awalnya air sungai datang secara tiba-tiba, terus mendengar gemuruh sungai dan bebatuan, pikir saya wah dapur retak lagi, ada bunyi tembokan kaya retak gitu, saya lihat dari jendela air sungai sudah besar, ternyata di luar rumah tetangga sudah ramai untuk menyuruh keluar rumah”, jelas Enok saat ditemui di rumahnya (9/2).

 

Ia selalu dihantui rasa takut ketika hujan tiba, ia pun berharap pemerintah memberikan solusi agar ia dan warga lainnya tenang ketika hujan turun.

 

“Kalau untuk pindah rumah sih belum kepikiran, karena kan harus bangun rumah lagi dari nol. Pengennya sih ada normalisasi sungai Cidurian, pinggir rumah ini sudah empat kali bikin bronjong secara swadaya tapi hanyut terus ketika air sungai Cidurian sangat deras”, sambung Enok.

 

Disinggung soal bantuan, dirinya mengaku sudah dua kali bencana menimpa rumahnya tapi bantuan tak kunjung ia terima.

 

“Sudah dua kali bencana, belum pernah ada bantuan, tapi kalau diminta syarat-syaratnya sudah, itu pun bencana tahun lalu, kalau yang lain sudah ada yang terima”, katanya.

 

Menanggapi hal itu, Sekertaris Desa (Sekdes) Kalongsawah Sugito mengaku, sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kecamatan maupun BPBD.

 

“Sudah kami laporkan pak, kemarin itu penghuni rumahnya ngungsi tapi saat ini saya belum cek lagi, saya menghimbau kepada warga agar segera melaporkan kepada pihak desa agar penanganan nya lebih cepat,” ungkap Sugito melalui sambungan selulernya (9/2).

 

(Edo/Fahri)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *