Sidang OTT Sekdis PKPP Kab Bogor : Tahanan Beri Suap Namanya Jebakan

  • Bagikan

Publikbogor.com – Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Satreskrim Polres Bogor pada tanggal 3 Maret 2020 saat itu dipimpin oleh Kasatnya, Benny Cahyadi berhasil menangkap Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Sekdis PKPP) kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Bandung pada Jum’at, 26 Februari 2021 dengan menghadirkan saksi ahli dari pakar hukum pidana, DR. Chairul Huda, SH, MH.

Ketika team Kuasa Hukum terdakwa dari LBH Bara JP mengilustrasikan bahwa jika ada kasus penyuapan yang pemberinya adalah seorang tahanan apakah itu bisa dianggap suatu perbuatan suapnya terpenuhi?

“Sebuah tindak pidana suap itu tidak boleh di setting oleh pihak lain, apalagi jika ada seorang tahanan yang memiliki batasan dalam bertindak bisa melakukan sebuah pemberian uang padahal untuk hadir ke persidangan saja harus menjalani prosedur yang diatur undang-undang, jika hal itu terjadi berarti melibatkan banyak pihak dalam hal ini terutama bagi siapapun yang memiliki kewenangan si tahanan tersebut, jelas itu sebuah penjebakan karena pasti ada rencana dalam suap tersebut”. Ungkap saksi ahli yang juga Dosen Fakultas Hukum UMJ ini.

Ketika ditanyakan terkait apakah seorang terdakwa kasus suap bisa di jadikan tersangka tanpa pemberi, saksi ahli menyatakan tidak bisa, karena pemberi dan penerima adalah unsur kesatuan dalam tindak pidana suap.

“Pemberi dan penerima adalah unsur kesatuan dalam sebuah tindak pidana suap, tidak mungkin terjadi suap jika tidak ada pemberinya, kalau penetapan tersangka harusnya berbarengan walaupun bisa saja dipisahkan proses persidangannya, jadi kalau suap cuma ditersangkakan si penerima saja ya tidak bisa dong logikanya, bukan suap namanya”. Pungkasnya.

 

 

 

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *