Bersaing, Vivo VS Oppo Kuasai Pasar Ponsel Indonesia

  • Bagikan

Publikbogor.com – Vivo kuasai pasar smartphone Indonesia pada kuartal IV 2020 lalu. Hasil ini merupakan riset dari International Data Corporation atau IDC Indonesia yang juga menyebutkan ada peningkatan pada pasar smartphone Indonesia di saat yang sama.

 

Dengan perolehan 23,3%, dikatakan IDC, Vivo mempertahankan posisisnya dengan mengandalkan jaringan luas unorganized retail channel yang beroperasi saat lockdown. Perusahaan juga berfokus pada segmen low-end di seri Y yakni US$100 hingga kurang dari US$200 (Rp1,4 jutaan-Rp2,8 jutaan), dikutip dalam keterangan resminya, Selasa (16/2/2021).

 

Sementara itu di bawah Vivo, ada Oppo dengan 23,2%. Menurut IDC perusahaan secara cepat menyelesaikan persoalan inventaris yang dihadapi awal tahun. Terutama juga saat pasar ritel dibuka setelah lockdown, Oppo juga mempertahankan kekuatannya di segmen menengah pada harga diantara US$200 dan kurang dari US$400 (Rp5,7 jutaan).

 

Xiaomi berada di urutan ketiga dengan 15,3%, yang disebutkan diuntungkan dengan peraturan IMEI yang berlaku beberapa waktu lalu. Seri Redmi Note 9 Pro dan pengenalan merk Poco juga mendorong perluasan pasar Xiaomi di kelas menengah.

 

Sedangkan Realme memiliki 14% harus menghadapi masalah pasokan di paruh pertama tahun lalu. Perusahaan juga mengandalkan produk di kelas low-end serta pemasaran secara digital yang agresif.

 

Raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung berada di bawah Realme dengan 13,5%. Perusahaan memperkuat posisisnya untuk segmen Ultra low end atau yang dibawah harga US$100 serta low end.

 

Seri A Samsung disebutkan IDC juga menyumbang dua pertiga dari pengiriman perusahaan tahun lalu. Samsung juga dilaporkan mengalami kesulitan bersaing untuk kelas mid-range.

 

Sementara itu pasar smartphone Indonesia mengalami pertumbuhan pada kuartal IV 2020 atau saat pandemi Covid-19 menyerang ke tanah air. Namun kenaikan tersebut hanya berkisar 1%.

 

Laporan Quarterly Mobile Phone Tracker International Data Corporation (IDC), pengiriman smartphone di Indonesia Capai 11,7 juta unit pada kuartal IV 2020 lalu. Pada penutupan tahun total seluruhnya 36,8 juta dan pertumbuhan tahun 1%.

 

Market Analyst IDC Indonesia, Risky Febrian mengungkapkan kebutuhan smartphone meningkat karena untuk mendukung aktivitas work from home, home based learning, layanan streaming hiburan hingga berkomunikasi virtual.

 

Selain itu juga keputusan pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan IMEI dinilai Risky juga positif, sebab mengurangi keberadaan smartphone ilegal di pasaran.

 

“Faktor ini diperkirakan memiliki peran besar untuk pemulihan pasar smartphone lebih lanjut di tahun 2021 dan seterusnya, di mana kami memperkirakan akan tumbuh sekitar 20% pada tahun 2021,” kata Risky

 

 

(CNBC)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *