Polemik Musdes PAW Singajaya Direspon Komisi I DPRD Kabupaten Bogor

  • Bagikan

Publikbogor.com – Adanya dugaan salah satu bakal calon kepala desa dalam Musyawarah Desa pemilihan kades PAW Desa Singajaya Kecamatan Jonggol yang datanya tidak berkesesuaian dan adanya dugaan Lembaga Kemasyarakatan Desa (RT/RW) yang mekanisme pemilihannya tidak sesuai perda Kabupaten Bogor nomor 9 tahun 2011 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Kelurahan telah dilaporkan kepada panitia pemilihan kades PAW Singajaya, BPD Singajaya, DPMD dan Komisi I DPRD Kabupaten Bogor.

Hasil investigasi pewarta (25/3) di Desa Singajaya mengindikasikan ada beberapa dugaan kejanggalan yang terjadi, bahkan para bakal calon kades PAW yang mendapat undangan resmi dari panitia pemilihan kades PAW merasa tidak dihargai karena sedianya sesuai undangan acara pengumuman hasil verifikasi administrasi enam bakal calon kades PAW digelar akan tetapi dibatalkan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

Kuasa Hukum bakal calon kades PAW, Bintang R. Tambunan, SH ketika dihubungi awak media mengatakan hal ini sudah mengindikasikan perbuatan ketidakpantasan panitia kepada para balon kades PAW, padahal acara itu sangat penting untuk bisa mengetahui hasil verifikasi syarat administratif bakal calon.

“Ya ini kan undangan resmi yang keluar secara resmi dari panitia dan di tandatangani serta di stempel panitia, masa para balon sudah hadir sesuai jadwal pukul 11.00 WIB tapi tiba-tiba dibatalkan tanpa alasan yang komprehensif, sangat tidak pantas hal ini dilakukan kepada para calon pemimpin Desa ini”. Ungkap Bintang yang dihubungi melalui pesan singkat (25/3).

Bintang juga menyatakan bahwa ada salah satu bakal calon yang diberitahukan hasil verifikasi di luar forum resmi dan sangat diragukan informasinya karena jika di gelar di forum bisa dilakukan keberatan secara resmi jika memang balon punya argumentasi.

“Pengumuman hasil verifikasi layaknya dilakukan di forum resmi, bukan sambil ngobrol-ngobrol di luar forum, karena jika diforum resmi bisa dipertanggungjawabkan outputnya dan bisa dilakukan argumentasi jika memang balon yang keberatan punya argumentasi baik legal maupun formalnya”. Sambungnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor yang membidangi Pemerintahan, Usep Supratman saat dihubungi melalui sambungan telepon (26/3) menyatakan bahwa pihaknya sudah menerima berkas aduan masyarakat berkenaan dengan adanya dugaan data yang tidak berkesusaian dan dugaan lembaga kemasyarakatan yang dipilih tidak sesuai mekanisme yang berlaku bahkan dirinya mengaku sudah melayangkan panggilan kepada pihak-pihak terkait.

“Iya kami dari Komisi I DPRD sudah menerima berkas aduan masyarakat tersebut dan kami sudah bersurat kepada panitia pemilihan kades PAW Singajaya dan kepada semua pihak terkait, kita agendakan Senin (29/3) di DPRD untuk mengadakan rapat membahas masalah ini, tunggu Senin ya”. Kata Usep.

Ketua BPD Singajaya, Indra Taufik saat dihubungi melalui pesan singkat (26/3) menyatakan sudah menerima surat panggilan dari Komisi I DPRD Kabupaten Bogor untuk hadir dalam rapat di gedung DPRD.

“Iya saya sudah menerima surat undangan dari Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, bukan saya saja ketua panitia juga diundang”. Pungkasnya

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *