Kolesterol Tinggi Bisa Dilihat Dari Warna Kuku

  • Bagikan

Publikbogor.com – Kolesterol adalah zat lemak yang membantu membuat membran sel dan hormon utama, seperti testosteron dan estrogen. Tapi, kolesterol tinggi akibat banyaknya jumlah kolesterol jahat (LDL) dalam darah justru berbahaya.

 

Kolesterol LDL disebut sebagai kolesterol jahat karena menyumbat arteri, salah satu pemicu serangan jantung. Itulah yang membuat masalah kesehatan ini begitu mematikan bila tak terdeteksi.

 

Tapi, kadar kolesterol tinggi yang terus-menerus terkadang bisa meluap ke permukaan. Menurut badan kesehatan Medicover Hospitals, bintik hitam atau coklat kemerahan pada kuku Anda dapat menandakan kadar kolesterol yang tinggi.

 

“Kondisi tersebut disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah kecil di bawah kuku,” jelas Medicover Hospitals dikutip dari Express.

 

Bintik hitam atau cokelat kemerahan pada kuku sebagai tanda kolesterol tinggi memiliki ciri-ciri pembeda, berikut ini:

 

Bintik hitam atau cokelat kemerahan tidak berubah ketika Anda menekan kuku

 

Bintik hitam atau cokelat kemerahan muncul di satu kuku atau lebih

 

Menurut Medicover Hospitals, penumpukan kolesterol di pembuluh darah pada kuku bisa menyebabkan kondisi tersebut. Tapi, Anda hanya bisa mendeteksi kondisi ini melalui tes darah.

 

Dokter mungkin akan menyarankan pasiennya menjalani tes bila ada dugaan kadar kolesterol tinggi, yang bisa disebabkan oleh usia, berat badan atau kondisi kesehatan lain, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes.

 

Cara menurunkan kolesterol tinggi

Dikutip dari Suara.com (jaringan Ayobandung.com), beberapa makanan yang bukan hanya bagian dari diet sehat, tetapi juga bisa membantu menurunkan kolesterol secara aktif. Menurut badan amal kolesterol Heart UK, mengurangi lemak jenuh adalah cara terbaik untuk menurunkan kolesterol dan menjaga kesehatan jantung.

 

Lemak jenuh yang biasanya ditemukan dalam potongan daging berlemak ini bisa meningkatkan kolesterol LDL. Anda bisa mengganti makanan ini dengan makanan lemak tak jenuh, seperti alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak nabati, jagung, lobak maupun minyak zaitun.

 

 

(Ayobandung)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *