Ojol Bawa Kabur Macbook 67 Juta, Berikut 5 Modusnya

  • Bagikan

Publikbogor.com – Polda Metro Jaya mengungkap penggelapan MacBook senilai Rp 67 juta milik Untung Store. Pelaku berjumlah dua orang berpura-pura menjadi kurir ojek online, namun kemudian menggelapkan barang pesanan konsumen.
Kasus ini berawal ketika Untung Store memesan MacBook Pro seharga Rp 67 juta melalui marketplace. Pihak marketplace kemudian mengirimkan pesanan tersebut melalui kurir ojol, namun barang tersebut tidak pernah diantarkan.

Pelaku berjumlah dua orang yakni RF (25) dan HS (39) ditangkap di Ciledug, Tangerang Selatan dan Tambora, Jakarta Barat. Kedua pelaku diketahui mengambil orderan dengan menggunakan akun ojol milik orang lain yang diperjualbelikan melalui Facebook.

“Ada dua tersangka yang sudah diamankan di sini dan sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan. Yang pertama RF (25) dan HS (39), kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/11).


1. Beli Akun Ojol di Facebook
Kombes Zulpan menjelaskan kedua tersangka bekerja sama dalam melakukan penggelapan MacBook Pro ini. Tersangka HS bertugas mencari akun driver ojol melalui Facebook.

“Jadi ini berawal dari akun driver ojol yang dijual oleh pemiliknya,” ujar Zulpan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah mengatakan tersangka membeli akun driver ojol dengan harga Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta.

Terpisah, Kasubdit Tipidsiber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kompol Rovan Richard Mahenu mengatakan tersangka RF membeli akun tersebut dari sebuah grup komunitas ojol di Facebook.

“Tersangka RF ini membeli akun driver ojol melalui grup Facebook komunitas ojol ‘akun joki’ dan grup ojol Jabodetabek,” kata Rovan.

2. Verifikasi Akun Pakai Topeng Wajah
Setelah mendapatkan akun ojol, kedua tersangka ini melakukan verifikasi akun dengan menggunakan topeng wajah driver ojol asli.

“Untuk topeng wajah atau foto wajah pemilik asli akun driver ojol untuk verifikasi wajah pada saat login ID akun driver ojol,” terang Zulpan.

Jika tersangka tidak mendapatkan nomor sim card, tersangka HS mengubah nomor handphone akun driver ojol menjadi nomor handphone tersangka.

“Kemudian tersangka HS mengaktifkan akun driver itu untuk mendapatkan orderan.

3. Incar Orderan Barang Mewah
Selanjutnya, akun driver ojol yang dibelinya itu digunakan untuk menerima orderan.

“Setelah mendapatkan orderan,khususnya yang mereka incar ini adalah laptop, handphone, CPU dan lain-lain dari customer,” katanya.

Setelah mendapatkan orderan, barang pesanan konsumen tidak dikirimkan ke konsumen, melainkan digelapkan.

4. Tunggu Orderan di Dekat Toko

Kombes Auliansyah juga mengungkap modus lain daripada tersangka. Di mana tersangka menunggu orderan masuk di dekat toko-toko yang menjual barang elektronik.

“Dia menunggu di tempat yang bener-bener orang membeli sesuatu barang dengan harga yang mahal, salah satunya MacBook Pro yang kita jadikan barang bukti ini harganya Rp 67 juta ini spesifikasi tertinggi, di Indonesia baru masuk beberapa biji,” ungkapnya.

5. Pelaku Merupakan Residivis
Polisi mengungkap fakta lain dari kedua tersangka. Keduanya ternyata adalah residivis yang sudah melakukan kejahatan serupa beberapa kali sebelumnya.

“Berdasarkan pemeriksaan, ternyata yang bersangkutan merupakan residivis. Menurut pengakuannya kepada kami dia sudah melakukan sampai dengan 15 korban,” ujar Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis dalam kesempatan yang sama.

Atas perbuatannya itu, keduanya kini ditahan di Polda Metro Jaya. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 28 ayat (1) juncto Pasal 45a ayat (1) UU ITE dan atau Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

Sumber : Detik


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *