Simak! Berikut Gejala, Penanganan dan Pencegahan Demam Berdarah

  • Bagikan

Publikbogor.com – ASEAN Dengue Day atau Hari Demam Berdarah Dengue (DBD) diperingati oleh negara-negara ASEAN setiap 15 Juni sejak 2010.
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue melalui penularan dari gigitan nyamuk aedes aegypti. DBD juga penyakit berbahaya yang dapat mengakibatkan kematian.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan 2020, kasus DBD sampai dengan pekan ke-49 mencapai sebanyak 95.893, dengan kasus kematian sebanyak 661.

Kasus tersebut tersebar di 472 kabupaten/kota di 34 Provinsi. Dengan kematian akibat DBD terjadi di 219 kabupaten/kota.

“DBD memang menjadi masalah utama dan ini tidak hanya di Indonesia, tapi juga seluruh dunia. Terutama pada daerah dengan wilayah tropis dan subtropis,” kata Muhammad Miftahussurur, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Rumah Sakit UNAIR, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (15/6).

Apa itu Demam Berdarah Dengue (DBD)?
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue yang ditandai demam 2 – 7 hari disertai dengan manifestasi perdarahan, penurunan trombosit (trombositopenia), adanya hemokonsentrasi yang ditandai kebocoran plasma (peningkatan hematokrit, asites, efusi pleura, hipoalbuminemia).

Tidak semua yang terinfeksi virus dengue akan menunjukkan manifestasi DBD berat. Ada yang hanya bermanifestasi demam ringan yang akan sembuh dengan sendirinya atau bahkan ada yang sama sekali tanpa gejala sakit (asimtomatik).

Sebagian lagi akan menderita demam dengue saja yang tidak menimbulkan kebocoran plasma dan mengakibatkan kematian.

Faktor-faktor lain yang mempengaruhi penyebarluasan DBD antara lain adalah

– Perilaku masyarakat
– Perubahan iklim (climate change) global
– Pertumbuhan ekonomi
– Ketersediaan air bersih

Berikut gejala, penanganan, serta pencegahan demam berdarah dengue (DBD).

Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD)

Pada fase awal DBD, gejala dan tanda tidak spesifik. Oleh karenanya, patut waspada jika terdapat gejala dan tanda mengarah pada demam berdarah.

Dokter yang juga disapa Miftah ini mengatakan bahwa gejala penyakit DBD umumnya mirip seperti saat terinfeksi virus lain.

“Demam, nyeri otot, lemas, tidak nafsu makan, mual serta muntah. Mirip dengan gejala penyakit virus lain. Gejala spesifiknya biasanyanya tidak kentara, apalagi pada orang tua,” kata Miftah.

“Sering kali karena respons antibodinya berbeda, tidak terlalu merespons terhadap adanya demam berdarah. Hanya lemas tidak mau makan, tahunya DBD,” tambahnya

Lalu apa yang membedakan?

“Dilakukan pemeriksaan darah, didapatkan bahwa ada penurunan dari kadar trombosit adalah pembekuan darah. Dan kalau dalam proses kebocoran, namanya konsentrasi atau kekentalan darah meningkat ditandai dengan Hb-nya (hemoglobin) tinggi,” katanya.

Sebagaimana dikutip laman Kementerian Kesehatan RI, gejala demam berdarah pada fase awal antara lain:

– muncul bintik-bintik merah atau ruam kulit
– demam tinggi mendadak berlangsung sepanjang hari (biasanya
≥ 39º C)
– badan terasa lemah dan lesu
– ujung tangan dan kaki dingin berkeringat
– nyeri kepala
– nyeri saat menggerakkan bola mata
– nyeri punggung
– mual dan muntah
– Leukopenia (Lekosit ≤ 5000 /mm³)
– Trombositopenia (Trombosit < 150.000 /mm³)
– Peningkatan hematokrit 5 – 10 persen

Gejala dan tanda awal ini dapat berkembang menjadi DBD berat dengan sejumlah tanda. Tanda peringatan ini biasanya dimulai dalam 24-48 jam setelah demam turun.

Gejala tersebut kadang disertai adanya tanda-tanda perdarahan, pada kasus yang lebih berat dapat menimbulkan nyeri ulu hati, perdarahan saluran cerna, syok, hingga kematian.

Tanda dan gejala demam berdarah memasuki fase parah atau bahaya, menurut Pedoman Diagnosis dan Tatalaksana Infeksi Dengue pada Anak UKK Infeksi & Penyakit Tropis IDAI

– sakit perut
– muntah setidaknya 3x dalam 24 jam
– pendarahan dari hidung atau gusi
– muntah darah atau darah di tinja
– merasa lelah dan gelisah
– Akumulasi cairan
– Oliguria (produksi urine berkurang)

Masa inkubasi penyakit ini 3-14 hari tetapi pada umumnya 4-7 hari.

Tidak perlu menunggu semua gejala ini muncul, bila menemukan beberapa tanda segera periksakan ke dokter atau sarana kesehatan terdekat.

Pertolongan pertama pada DBD
Berdasarkan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Indonesia oleh Kementerian Kesehatan, pertolongan pertama demam berdarah dapat dilakukan dengan:


1. Berbaring di tempat tidur (bed rest) selama mengalami demam

2. Minum obat pereda demam yang aman

3. Kompres tubuh dengan air hangat

4. Minum banyak air, sekitar 1-2 liter. Semua cairan diperbolehkan kecuali cairan yang berwarna coklat dan merah (susu coklat, sirup merah).

5. Bila terjadi kejang (jaga lidah agar tidak tergigit, longgarkan pakaian, tidak memberikan apapun lewat mulut selama kejang)

Jika dalam 2-3 hari panas tidak turun atau panas turun disertai timbulnya gejala dan tanda lanjut seperti perdarahan di kulit (seperti bekas gigitan nyamuk), muntah-muntah, gelisah, mimisan dianjurkan segera dibawa berobat/periksakan ke dokter atau ke unit pelayanan kesehatan untuk segera mendapat pemeriksaan dan pertolongan.

Penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD)
Menurut Miftah, penanganan pada DBD ada yang rawat jalan dan juga rawat inap.

“Ketika dia bisa minum makan enak bisa pulang dengan monitoring ketat karena pada prinsipnya yang bisa menyembuhkan DBD adalah daya tahan tubuh orang itu sendiri,” ungkapnya.

Sejauh ini, dia mengatakan bahwa belum ada obat khusus untuk virus DBD. Sehingga, umumnya rumah sakit akan memberi pengobatan pendukungan agar daya tahan tubuh pasien meningkat.

“Jadi dokter akan menyarankan kebutuhan cairan yang cukup, lalu dilanjutkan dengan kebutuhan nutrisi. Tanpa nutrisi yang bagus ya akan sama saja,” ujarnya.

“Hanya saja yang jadi masalah orang DBD kadang mual muntahnya banyak, sehingga ini bisa jadi masalah enggak nafsu makan.”

Terlepas dari kebutuhan asupan cairan dan nutrisi yang baik, Miftah mencatat bahwa istirahat secara penuh pun dibutuhkan.

Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)
Selain mengenal tanda dan gejala demam berdarah, berikut upaya pencegahannya. Pencegahan demam berdarah yang paling efektif dan efisien sampai saat ini adalah kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus, yaitu :

1. Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.

2. Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya.

3. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular demam berdarah.

Adapun yang dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan, di antaranya:

1. Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan
2. Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk
3. Menggunakan kelambu saat tidur
4. Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk
5. Menanam tanaman pengusir nyamuk
6. Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah
7. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Miftah menambahkan untuk memastikan kamar dalam kondisi aman ketika siang hari. Pasalnya, nyamuk ini aktif ketika siang hari.

“Saat berada di kamar siang hari, pastikan kamar sudah disemprot atau menggunakan kelambu atau memakai obat anti nyamuk. Usahakan jangan lembab dan gelap,” ujarnya.

Sumber : CNN

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *